Judi online semakin mengkhawatirkan di Indonesia, terutama dengan meningkatnya keterlibatan anak muda dalam aktivitas ini. Studi terbaru mengungkapkan bahwa 60% pemain judi online di Indonesia berasal dari kalangan muda, dengan rentang usia antara 17 hingga 30 tahun. Temuan ini menunjukkan bahwa judi online telah menjadi ancaman serius bagi generasi muda, baik dari segi keuangan, sosial, maupun kesehatan mental.

Cara Judi Online Menyasar Anak-anak di Jawa Barat, Orang Tua Wajib Waspada,  Ini Cara Mencegahnya - Tribunjabar.id

Fakta dan Temuan Penelitian

Baca Juga : Ketagihan Judi Online: Keluarga Berantakan, Penuh Penyesalan

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh lembaga riset independen, beberapa temuan utama meliputi:

  • 60% pemain judi online berusia 17–30 tahun.
  • 40% di antaranya mulai bermain sejak usia remaja (di bawah 20 tahun).
  • Mayoritas bermain melalui smartphone karena akses yang lebih mudah dibandingkan judi konvensional.
  • Motivasi utama bermain adalah untuk mendapatkan uang cepat, tetapi akhirnya justru mengalami kerugian besar.
  • Sebagian besar pemain terpapar judi online melalui media sosial, terutama TikTok, Instagram, dan YouTube.

Penyebab Maraknya Judi Online di Kalangan Anak Muda

  1. Akses Mudah Melalui Internet
    Judi online dapat diakses kapan saja dan di mana saja, hanya dengan ponsel dan koneksi internet.

  2. Pengaruh Media Sosial dan Influencer
    Banyak situs judi online memanfaatkan influencer untuk menarik anak muda dengan konten yang mengajak bermain dengan iming-iming keuntungan besar.

  3. Faktor Ekonomi dan Keinginan Mendapatkan Uang Cepat
    Banyak anak muda, terutama mahasiswa dan pekerja pemula, tergoda untuk bermain judi online sebagai cara instan mendapatkan uang tambahan.

  4. Kurangnya Edukasi tentang Bahaya Judi
    Minimnya pemahaman tentang risiko judi online membuat banyak anak muda terjebak dalam lingkaran kecanduan tanpa menyadari dampaknya.

  5. Adrenalin dan Rasa Ketagihan
    Permainan judi online dirancang untuk memberikan sensasi menang dan kalah yang membuat pemain terus bermain meskipun mengalami kerugian.

Dampak Negatif Judi Online bagi Anak Muda

  • Masalah Finansial: Banyak anak muda yang kehilangan tabungan mereka dan bahkan terlilit utang akibat kecanduan judi.
  • Gangguan Mental dan Emosional: Stres, depresi, dan kecemasan meningkat karena tekanan akibat kerugian yang dialami.
  • Menurunnya Prestasi Akademik dan Produktivitas: Mahasiswa dan pekerja yang kecanduan judi online cenderung mengalami penurunan kinerja dalam studi dan pekerjaan mereka.
  • Risiko Kriminalitas: Beberapa pemain yang kehabisan uang akibat judi online akhirnya melakukan tindakan kriminal seperti pencurian atau penipuan.

Langkah Pencegahan dan Solusi

  1. Penguatan Regulasi dan Pemblokiran Situs Judi
    Pemerintah perlu memperketat pengawasan dan memblokir lebih banyak situs judi online ilegal.

  2. Edukasi Digital di Sekolah dan Kampus
    Program literasi digital harus ditingkatkan untuk memberikan pemahaman kepada anak muda tentang bahaya judi online.

  3. Kampanye Anti-Judi di Media Sosial
    Influencer dan figur publik harus dilibatkan dalam kampanye yang menyadarkan masyarakat tentang risiko kecanduan judi online.

  4. Pengawasan dari Orang Tua dan Lingkungan
    Orang tua harus lebih waspada terhadap aktivitas digital anak-anak mereka dan memberikan edukasi sejak dini tentang bahaya judi online.

Dengan 60% pemain judi online di Indonesia berasal dari kalangan anak muda, fenomena ini menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Penyebab utama adalah kemudahan akses, pengaruh media sosial, dan kurangnya edukasi. Langkah pencegahan seperti regulasi yang lebih ketat, edukasi digital, serta kampanye kesadaran perlu segera dilakukan agar anak muda tidak semakin terjerumus dalam perangkap judi online.